Kamis, 26 Desember 2013

Merasa Tersakiti Wanita Potong Organ Vital Suami Yang Hiperseks

0 komentar

24 April 2013
Unic29 - Potong Kelamin
Unic29.com - Seorang wanita di Amerika Syarikat   memotong organ vital suaminya sendiri. Dilatar belakangi rasa sakit hati yang terus menerus, Catherine Kieu Becker pun nekat menyakiti sang suami.
“Kes ini adalah kisah suami yang ingin menceraikan isterinya, namun siisteri enggan untuk menerimanya. Untuk melakukan penolakan perceraian, dia melakukan perbuatan keji itu. Dia mengambil kejantanannya,” kata jaksa John Christl pada awal persidangan seperti dikutip dari Liputan6.
  Pendakwa John pun kemudian menyebut Catherine sebagai seorang wanita yang penuh dengan kendali dan manipulatif. Ia mengatakan Catherine benar-benar tahu seperti apa yang dia lakukan.
Namun, peguam Catherine, Frank Bittar mengatakan kliennya itu menderita trauma seumur hidup akibat pengalaman masa kecil yang buruk. Ketika itu Catherine berada saat perang sipil Vietnam, ia juga pernah diperkosa oleh abangnya berulang kali ketika berusia 6 tahun.
Setelah pindah ke California pertama kali pada 1984, Catherine berkahwin namun pernikahannya berakhir pada tahun 1997. “Dia tidak cemburu dan dia tidak jahat dan dia bukan penyihir,” desak Frank.
Kemudian, kata Frank, kliennya itu berkahwin dengan suami keduanya – yang identitinya belum terungkap – pada Desember 2009. Suami keduanya itu mengalami hiperseksual atau memiliki keinginan berhubungan seks berlebihan, dan selalu menggunakan obat disfungsi ereksi lalu memaksa Catherine berhubungan seks. Catherine pun mengaku tersakiti ketika melakukan hubungan seks tersebut.
“Kau akan belajar bahawa dalam fikiran Catherine, dia memotong organ vital itu kerana dia ingin suaminya berhenti menyakitinya dengan organ vital itu,” terang si peguam dalam pernyataan pembukaan perbicaraan.
Jika terbukti bersalah, Catherine menghadapi hukuman penjara seumur hidup tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat.
Kronologi
Awalnya Catherine mencoba membuat skenario penjebakan, agar dirinya memiliki bukti saat si suami berselingkuh dengan wanita lain. Namun tak terjadi apa pun. Rekaman itu justru menjadi bukti baginya di persidangan.
“Anda dapat mendengar dia berkata, ‘Oh, itu baik’. Anda juga dapat mendengar dia berkata, ‘Ini sedikit asin’ sebelum pergi tidur lebih awal sekitar pukul 20.10. Lalu ia mengikat suaminya dengan tali di tempat tidur,” ujar Jaksa John.
Ketika suaminya terbangun, jelas Jaksa John, Catherine mengatakan, “kamu layak mendapatkannya” sebanyak 3 kali. Kemudian Catherine memotong alat kelamin suaminya, lalu berjalan ke dapur membuang potongan penis yang putus dan membuangnya di tempat sampah.
Jaksa penuntut juga mengatakan, dalam rakaman yang dibuat pada 11 Julai 2011. Catherine juga terlihat mencapurkan obat tidur Zolpidem ke dalam mangkuk sup tahu suaminya
Read more ►

Rabu, 18 Desember 2013

Suami relakan isteri lakukan seks dengan laki lain demi dapatkan keturunan

0 komentar


Demi mendapatkan keturunan, Pujo Relakan Isteri Sebilik dengan Lelaki Lain Selama 2 Bulan.

TUBAN - Demi memiliki keturunan, Pujo Sumarto (49), warga Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Tuban, Jawa Timur, rela melakukan apa sahaja. Termasuk, merelakan isterinya, Rustami (45), berduaan dalam bilik bersama Mat Tohari, seorang lelaki asal Gresik yang mengaku kiai dan boleh membantu memberikan anak.

Di dalam bilik itu, Gus Mat, panggilan Mat Tohari, mengaku sedang melakukan ritual sembahyang malam khusus bersama Rustami selama 45 minit dalam keadaan gelap, supaya keinginan itu dikarunikan seorang anak dapat terwujud. Namun, selama dua bulan ritual aneh tersebut dilakukan, Rustami tak juga hamil.

Kegiatan ini mula di ketahui penduduk sekitar hingga membuat kemarahan penduduk yang ingin supaya kiai dengan ritual aneh tersebut diusir dari kampung mereka. "Jelas ritual seperti itu tidak masuk akal dan menyalahi ketentuan agama Islam. Kenapa mesti di dalam bilik berduaan dengan isteri orang lain pada tengah malam," kata Rosyid, salah seorang penduduk kampung itu.

Kerana itu,jugalah penduduk melaporkan kegiatan ini ke pejabat desa setempat supaya Gus Mat diusir dari Prunggahan Wetan agar tidak lagi merosakkan iman penduduk lainya.

Akhirnya semua pihak sepakat bahawa Gus Mat harus dihalau dari Desa Prunggahan Wetan. "Telah disepekati bahawa Mat Tohari yang selama ini tinggal di rumah Eko harus keluar dari Desa Prunggahan Wetan. 


Sumber : MyTabloid
Read more ►

Sabtu, 30 November 2013

Kisah Putroe Neng Dengan 100 Suami

0 komentar
Nian Nio Lian Khie begitulah nama aslinya, Seorang komandan perang wanita berpangkat Jenderal dari china budha, Seorang perempuan yang dikalahkan oleh pasukan meurah johan seorang ulama yang berasal dari kerajaan pereulak yang pada saat itu mereka berada di indra purba yang bercocok tanam di daerah maprai (sibreh sekarang) dan mereka membuka kebun lada dan merica pada saat itu setelah dikalahkan, jenderal Nian Nio Lian Khie memeluk islam dan namanya diberi gelar yaitu sebagai PUTROE NENG.


Kekalahan dalam peperangan di Kuta Lingke telah mengubah sejarah hidup Putroe Neng, perempuan cantik dari Negeri Tiongkok. Dari seorang maharani yang ingin menyatukan sejumlah kerajaan di Pulau Ruja (Sumatera), ia malah menjadi permaisuri dalam sebuah pernikahan politis. Pendiri Kerajaan Darud Donya Aceh Darussalam, Sultan Meurah Johan, menjadi suami pertama Putroe Neng yang kemudian juga menjadi lelaki pertama yang meninggal di malam pertama. Tubuh Sultan Meurah Johan ditemukan membiru setelah melewati percintaan malam pertama yang selesai dalam waktu begitu cepat.

Sebagian masyarakat Aceh mendengar kisah Putroe Neng dari penuturan orang tua. Konon Putroe Neng memiliki 100 suami dari kalangan bangsawan Aceh. Setiap suami meninggal pada malam pertama ketika mereka bercinta, karena alat kewanitaan Putroe Neng mengandung racun. Kematian demi kematian tidak menyurutkan niat para lelaki untuk memperistri perempuan itu. Padahal, tidak mudah bagi Putroe Neng untuk menerima pinangan setiap lelaki. Ia memberikan syarat berat seperti mahar yang tinggi atau pembagian wilayah kekuasaan (Ali Akbar, 1990).

Suami terakhir Putroe Neng adalah Syekh Syiah Hudam yang selamat melewati malam pertama dan malam-malam berikutnya. Ia adalah suami ke-100 dari perempuan cantik bermata sipit tersebut. Sebelum bercinta dengan Putroe Neng, Syiah Hudam berhasil mengeluarkan bisa dari alat genital Putroe Neng. Racun tersebut dimasukkan ke dalam bambu dan dipotong menjadi dua bagian. "Satu bagian dibuang ke laut, dan bagian lainnya dibuang ke gunung," tutur penjaga makam Putroe Neng, Cut Hasan.

Konon, Syiah Hudam memiliki mantra penawar racun sehingga ia bisa selamat. Setelah racun tersebut keluar, cahaya kecantikan Putroe Neng meredup. Sampai kematiannya, dia tidak mempunyai keturunan. Sulit mencari referensi tentang Putroe Neng. Sejumlah buku menyebutkan dia bernama asli Nian Nio Liang Khie, seorang laksamana dari China yang datang ke Sumatera untuk menguasai sejumlah kerajaan. Bersama pasukannya, ia berhasil menguasai tiga kerajaan kecil; Indra Patra, Indra Jaya, dan Indra Puri yang kini masuk dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar. Beberapa benteng bekas ketiga kerajaan tersebut masih ada di Aceh Besar sampai sekarang.

Namun, Laksamana Nian Nio kalah ketika hendak menaklukkan Kerajaan Indra Purba yang meminta bantuan kepada Kerajaan Peureulak. Bantuan yang diberikan Kerajaan Peureulak adalah pengiriman tentara yang tergabung dalam Laskar Syiah Hudam pimpinan Syekh Abdullah Kanaan. Jadi, Syiah Hudam sesungguhnya adalah nama angkatan perang yang menjadi nama populer Abdullah Kanaan. Merujuk sejarah, pengiriman bala bantuan itu terjadi pada 1180 Masehi. Bisa disimpulkan pada masa itulah Putroe Neng hidup, tetapi tak diketahui pasti kapan meninggal dan bagaimana sejarahnya sampai makamnya terdapat di Desa Blang Pulo, Lhokseumawe.


Meski tak bisa menunjukkan makamnya, di mata Cut Hasan kematian 99 suami Putroe Neng bukanlah mitos. Ia mengaku mengalami beberapa hal gaib selama menjadi penjaga makam. Ia bermimpi berjumpa dengan Putroe Neng dan dalam mimpi itu diberikan dua keping emas. Paginya, Cut Hasan benar-benar menemukan dua keping emas berbentuk jajaran genjang dengan ukiran di setiap sisinya. Satu keping dipinjam seorang peneliti dan belum dikembalikan. Sementara satu keping lagi masih disimpannya sampai sekarang.

Menurut budayawan Aceh, Syamsuddin Djalil alias Ayah Panton, kisah kematian 99 suami hanya legenda meski nama Putroe Neng memang ada. Menurutnya, kematian itu adalah tamsilan bahwa Putroe Neng sudah membunuh 99 lelaki dalam peperangan di Aceh."Sulit ditelusuri dari mana muncul kisah tentang kemaluan Putroe Neng mengandung racun," ujar Syamsuddin Jalil saat ditemui di rumahnya di Kota Pantonlabu, Aceh Utara, Selasa (26/4). Ali Akbar yang banyak menulis buku sejarah Aceh, juga mengakui kisah kematian 99 lelaki itu hanyalah legenda.

Makam Putroe Neng yang terletak di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh (trans-Sumatera), memang sarat dengan kisah gaib. Misalnya, ada kisah seorang guru SMA yang meninggal setelah mengambil foto di makam tersebut. Ada juga yang mengaku melihat siluet putih dalam foto tersebut atau foto yang diambil tidak memperlihatkan gambar apa pun. Sayangnya, berbagai kisah gaib itu, plus legenda kematian 99 suami Putroe Neng pada malam pertama, tidak menjadikan makam tersebut menjadi lokasi wisata religi sebagaimana makam Sultan Malikussaleh di Desa Beuringen Kecamata Samudera, Aceh Utara.

Pemerintah Kota Lhokseumawe belum menjadikan makam Putroe Neng sebagai lokasi kunjungan wisata. Suvenir tentang Putroe Neng tidak ada sama sekali. Para pengunjung yang datang ke makamnya hanya sebatas peneliti dan segelintir masyarakat yang pernah mendengar kisah Putroe Neng. Rendahnya kepedulian terhadap makam Putroe Neng, bisa terlihat dari kondisi makam tersebut yang nyaris tak terawat. Di dalam komplek berukuran sekitar 20 x 20 meter tersebut, terdapat 11 makam, termasuk milik Putroe Neng tetapi selebihnya tidak diketahui milik siapa.

Menurut Teungku Taqiyuddin, seorang peneliti yang getol menggali sejarah Kerajaan Samudera Pasai, dari tulisan yang terdapat di batu nisan, diyakini makam-makam tersebut milik ulama syiah. Lantas, benarkah makam yang selama ini diyakini milik Putroe Neng sahih adanya?

Teungku Taqiyuddin mengaku belum mendapatkan jawaban sehingga keyakinan masyarakat tentang kebenaran makam tersebut belum bisa dipatahkan. "Siapa tahu dengan banyaknya penelitian nanti akan terjawab," kata Teungku Taqiyuddin. Menurutnya, bisa jadi karena ada makam Putroe Neng di sana, kemudian berkermbang cerita tentang kematian 99 suami atau bisa saja kisah itu sudah melegenda sejak lama. Sekitar 200 meter arah selatan makam Putroe Neng, terdapat makam suami ke-100, Syiah Hudam yang terletak di atas bukit perbukitan. Jalan menuju Makam Syiah Hudam sangat tersembunyi, sehingga pengunjung harus bertanya kepada masyarakat setempat karena tidak ada penunjuk jalan. Program Visit Aceh 2011 yang digaungkan Pemerintah Aceh ternyata tidak didukung dengan perbaikan infrastruktur.

Baca juga Hal Mistis Di Pulau Bali

sumber:http://forum.viva.co.id
Read more ►
 

Copyright © Wong Jowo Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger