Kamis, 04 September 2014
Istana Nabi Sulaiman Yang Unik dan Menakjubkan
Sabtu, 31 Mei 2014
Membedah Bisnis Retail Bersama Pak Rosihan dan Pak Djoko
Alhamdulillah, Sabtu ini, 21 Nopember 2009 di Metro Indah Mall bisa ikutan workshop Retail bersama 2 orang praktisi. Pak Rosihan dan Pak Djoko.Saya datang bersama istri dan dua anak saya, Akmal & Wafa. Lokasinya cukup dekat dengan rumah. Setelah pagi hari jalan-jalan ke Tanjung Sari dengan naik Angkot dan Bus Kota. Lumayan capek juga.
Oiya, jalan-jalan pagi tadi agak lain, maklum lagi ada waktu senggang. Satu keluarga saya ajak jalan, trus naik angkot dilanjutkan naik bus kota. Anak-anak gembira sekali. Pagi masih dingin dan sedikit berkabut langsung tancap sampai di Tanjung Sari perbatasan Sumedang - Bandung. Nice trip..
Saya mau sharing, meskipun saya datang terlambat tentang workshop tersebut.
1. Kalau bisnis mulailah dari yang kecil dulu
2. Kalau 6 bulan ndak tumbuh ya ditutup saja.
3. Kalau tumbuh, fokuskan semua energi untuk membesarkannya.
4. Mulailah dari menguasai pasar dulu, sebelum memulai produksi
5. Buat bisnis setiap bulan panen, bisa dengan variasi produk.
6. Perputaran, perputaran dan perputaran modal, inti bisnis retil
7. Lakukan pembenahan terus menerus (continous improvement)
8. Jangan lupa, cari produk yang best seller, best seller dan best seller
9. Ternyata fokus tetap sangat penting
10. Selain itu, baca trend pasar.
Inilah ilmu baru yang saya dapat dari kedua maestro retail yang menginspirasi peserta hari ini.
Semoga bermanfaat sharing ini.
Mendapatkan ilmu dari parak praktisi ibarat seperti shortcut, ia bisa menjadi jalan pintas anda untuk maju. Ndak perlu berdarah-darah mengulang kegagalan para maestro tersebut.
Wassalam,
Amir Fauzi
Owner
Fatta Niaga
=======================================
www.bursajilbab.com : Grosir Jilbab Super Murah
www.bajubayimurah.com : Pusat Kulakan Baju Bayi
www.ebajumuslim.com : Grosir Baju Muslimah Murah
www.wafanakids.com : Grosir Baju Muslim Anak
www.grosirkoko.com : Grosir Baju Takwa Bandung
www.jihadiclothing.com : Kaos Distro Muslim
www.sekolahsablon.com : Spesialis Kursus Sablon Kaos
=======================================
Minggu, 02 Februari 2014
Ustazah Dicekup Kerana Memiliki Kondom Dan Gigitan Cinta Di Leher
![]() |
| Gambar Hiasan |
Malah, penemuan dua kondom yang dipercayai baru digunakan dalam rumah berkenaan mengukuhkan lagi rasa curiga pihak berkuasa bahawa terdapatnya orang kedua dalam premis berkenaan.
Wanita yang mulanya berlagak bersahaja itu mula berubah riak wajahnya, menjadi semakin pucat apabila diasak dengan pelbagai soalan berhubung kesan merah di lehernya.
Dia mula mereka pelbagai cerita dengan mengatakan kesan berkenaan akibat digaru kerana gatal manakala kondom yang ditemui adalah milik rakannya yang dikutip sebelum dibuang ke dalam tong sampah.
Menurut sumber, selepas 20 minit berdolak-dalik, rahsia guru itu terbongkar dengan penemuan teman lelakinya bersembunyi di loteng.
Menurut maklumat orang ramai yang mendakwa perlakuan tidak senonoh guru agama itu dengan pasangannya, satu serbuan dijalankan di rumah teres, Taman Rinting, Masai jam 1 pagi.
Hasilnya, kami menahan pasangan terbabit yang dipercayai berkhalwat dan tidak mempunyai sebarang hubungan suami isteri atau muhrim, katanya.
Menurutnya, berlaku kekecohan apabila teman lelaki guru terbabit mendakwa kononnya sukar untuk turun dari loteng berikutan siling yang tinggi. sumber
Sabtu, 28 Desember 2013
Lans Korporal Fadzli Omar Polis Tembak Isteri Dan Bapa Mertua
Laporan Kejadian
Gambar Kejadian Polis Tembak Isteri Dan Bapa Mertua Sebelum Bunuh Diri
sumber
Selasa, 17 Desember 2013
perbezaan internet dahulu dan sekarang
| internet mula menemui rakyat malaysia pada tahun 1997.. in memory internet tmnet 1515 |
Sabtu, 07 Desember 2013
PROSPEK DAN MANFAAT ANGGREK Phalaenopsis amabilis
Tanaman anggrek merupakan tipe tanaman yang memiliki kecepatan tumbuh yang relatif lambat. Cepat lambatnya pertumbuhan setiap jenis anggrek adalah berbeda-beda karena sangat tergantung dari segi pemeliharaan anggrek itu sendiri. Pertumbuhan tanaman anggrek sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor baik faktor dari dalam angrek itu sendiri maupun faktor luar. Faktor dari dalam anggrek itu yakni faktor genetik atau jenis anggrek itu, termasuk anggrek alam atau silangan. Jika jenis anggrek alam maka pertumbuhan dan pembungaan akan relatif sangat lama sekali jika tanpa perlakuan khusus, tapi jika jenis anggrek silangan seperti Dendrobium maka pertumbuhan dan pembungaan relatif lebih cepat. Faktor luar yang mempengaruhi yakni intensitas penyinaran cahaya matahari pagi, suhu, kelembaban udara, kebutuhan air, pupuk, serta kecocokan tempat dan media tumbuh, sirkulasi udara, repotting dan serangan hama dan penyakit tanaman. Oleh karena itu, teknik budi daya anggrek terutama dalam hal perawatan tanaman perlu diperhatikan sekali agar proses pertumbuhannya dapat dipacu guna meningkatkan kualitas dan kuantitas tanaman anggrek.
Anggrek Bulan Lokal (Phalaenopsis amabilis) merupakan salah satu jenis anggrek yang memiliki bunga yang sangat indah sekali, masih merupakan anggrek spesies atau dikenal dengan anggrek alam (lokal), karena mengingat penyebaran terbanyak ditemukan di Pulau Jawa dan Sumatera. Anggrek Bulan ini juga bermanfaat sebagai hiasan taman dan rumah yang dinikmati keindahannya. Anggrek ini tergolong jenis epifit yakni menempel di pohon untuk mendapatkan sari makanan akan tetapi tidak merugikan sama sekali bagi inangnya. Anggrek bulan ini tidak suka terlalu lembab atau bahkan kering, karena masih tergolong anggrek alam, maka perlakuannya jika dikoleksi harus disesuaikan dengan kondisi alam asli tempat hidupnya demi kelangsungan hidup dan kecepatan berbunga. Phalaenopsis amabilis ini sekarang sangat langka, jarang dijumpai karena plasma nutfahnya sudah banyak yang diambil untuk dijadikan indukan persilangan dengan jenis anggrek alam lainnya.
Sebagai komoditas bisnis, Anggrek Phalaenopsis amabilis ini pernah menduduki rangking atas dalam perdagangan tanaman anggrek, karena harganya yang relatif terjangkau namun memiliki sosok bunga yang sangat indah dan bahkan bunganya tahan sampai kisaran hampir 6 bulan. Pada era sebelum ditemukannya atau baru sedikit ditemukannya anggrek silangan, Phalaenopsis amabilis inilah yang mendominasi pasar anggrek nasional. Sampai sekarang pun jenis Phalaenopsis amabilis ini masih banyak sekali peminatnya karena harganya masih relatif terjangkau.
Penulis : Virnanto
Sumber : http://matematikacerdas.wordpress.com/
Blog DoFollow dan NoFollow
.jpg)
Salam sejahtera untuk Sobat blogger semua. Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi ilmu mengenai "Perbedaan Blog Dofollow dengan Nofollow". Sebenarnya mau blog yang kita miliki DoFollow ataupun NoFollow sama-sama menguntungkan “sebenernya”. Namun, kadang-kadang terjadi kesalahpahaman tentang hal ini. Karena sebenarnya dibalik kekurangan ada kelebihan dan begitupun sebaliknya. Ada banyak keuntungan yang kadang-kadang gak disadari.
Keuntungan dan Kerugian Blog DoFollow
* Kelebihan blog dofollow adalah :
- Jelas blog kita akan sering dicari oleh blogger pencari blog DoFollow (Seperti saya, hhhhe).
- Blog kita akan lebih dapat perhatian lebih (kalau perhatian lebih saya buat blog DoFollow yg utama adalah kotak komentarnya,,, keren atau ngga).
- Comment dalam blog kita akan lebih banyak (tapi kebanyakan spam).
- Dengan comment yang semakin banyak semakin terlihat ke eksisan kita.
- Dan terakhir kepuasan karena tulisan kita diperhatikan orang lain (kadang-kadang sih)
* Kekurangan blog dofollow :
- Pagerank blog kita bisa turun drastis.
- Bisa memunculkan comment abu-abu, bukan spam tapi seperti spam.
Keuntungan dan Kerugian Blog NoFollow
* Kelebihan blog nofollow adalah :
- Aman dari gangguan spammers yang mencari backlink asal-asalan
- Lebih diminati Google dalam hal SEO, karena Google lebih suka jenis ini.
- Bisa mendapat traffic berlebih dari search engine.
- Kalo anda bermain SEO tentu blog nofollow sangat anda perlukan
- Mungkin bisa mendapat earning lebih banyak,kalo untuk blog bisnis
* Kekurangan blog nofollow adalah :
- Jarang bahkan tidak ada yang memberi komentar, kecuali postingan yang berkualitas/bermanfaat.
- Kadang pengunjung blog hanya mencari informasi tentang tulisan tersebut.
.: Semoga Bermanfaat :.
Kamis, 28 November 2013
Unik Banget Gan !!! Amy Singley dan Steve Smith Pasangan Yang Dilahirkan di Rumah Sakit dan Hari yang Sama
Amy Singley dan Steven Smith lahir di St Lukes Hospital di Fountain Hill pada tanggal 17 April 1986.
Ibu mereka adalah teman sekamar di rumah sakit, kedua keluarga terus berinteraksi melalui gereja mereka di Easton.
Mereka mulai menjalin cinta sejak usia 16 tahun, dan sekarang 7 tahun perjalanan mereka akan dilabuhkan pada tali pernikahan.
"Saya merasa kalau dia pria yang tepat untuk saya setelah kita berkencan untuk kedua kalinya," ungkap Amy.
Mereka berencana untuk menikah pada 12 Juni.
Selasa, 26 November 2013
Google Glass Antara Inovasi Teknologi Pembajakan dan Mata Mata
Minggu, 24 November 2013
6 Terapi Aneh yang Dilakukan Demi Kulit Sehat dan Mulus
Wanita pada umumnya memiliki berbagai jenis kosmetik untuk merawat tubuhnya, terutama kulit, sebab itu adalah aset penting bagi wanita. Kulit wanita lebih sensitif dibandingkan pria dan oleh karenanya membutuhkan perawatan ekstra hati-hati.
Seperti dilansir Smashingtops.com, Rabu (5/9/2012), berikut adalah beberapa cara unik yang dilakukan untuk menyehatkan dan mempecantik kulit:
Di masyarakat Eropa, bir sering digunakan untuk menghangatkan badan. Manfaat lainnya, digunakan juga untuk berendam dan memperhalus kulit. Paktik ini dilakukan di Jerman, Republik Ceko, Austria dan beberapa negara Eropa lainnya.
Caranya, duduk sekitar setengah jam di dalam bak berisi bir agar tubuh menjadi rileks. Efeknya disebut-sebut akan membuat kulit dan rambut menjadi lebih indah. Namun bir yang ada di dalam bak sebaiknya jangan diminum.
Shampoo dan kondisioner sudah dipercaya untuk melembutkan dan mempercantik rambut. Namun beberapa wanita ingin bahan yang lebih organik, yaitu air mani banteng. Cara pakainya bukan langsung dioleskan langsung ke rambut, namun dicampur dengan bahan lain. Ramuan tersebut konon dapat membuat rambut mengkilap dan lebih sehat.
Krim bekicot diyakini dapat menyembuhkan kulit kering, jerawat, bekas luka dan hampir semua masalah kulit lainnya. Lendir bekicot sendiri telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati luka. Di zaman modern, lendir bekicot merupakan komponen dalam produk kosmetik mahal.
Jika ingin mendapat manfaat lendir bekicot tanpa harus merogoh kocek, coba lakukan percobaan dengan meletakkan siput yang ditemui di kebun pada permukaan kulit tangan. Beberapa wanita di Amerika Selatan telah melakukannya selama beberapa generasi.
Ramen adalah masakan sup mie khas Jepang. Makanan ini paling nikmat jika dinikmati selagi hangat. Di Jepang, ada fasilitas berendam dalam mie ramen yang ditaruh dalam bak mandi. Berendam dalam ramuan kolagen, bawang putih dan bahan-bahan ramen lainnya disebut-sebut bisa membuat kulit lebih sehat dan meningkatkan metabolisme.
Plasenta adalah ari-ari bayi yang baru lahir dan dipercaya bisa memperhalus serta menyehatkan kulit. Khasiatnya bahkan disebut-sebut bisa memperlambat proses penuaan kulit. Beberapa produk ini telah dijual bebas di pasaran. Karena tak ingin dianggap menjijikkan, beberapa produsen menggunakan bahan dari plasenta domba yang mudah didapat. Namun sebagian produk lainnya ada yang tidak mengungkapkan bahan-bahan dasarnya.
Kotoran burung bulbul telah digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk kecantikan yang populer di Jepang. Ramuan ini katanya bisa membuat kulit terlihat lebih putih dan lebih indah. Ramuan ini juga kabarnya mampu mengobati kulit yang telah rusak oleh matahari dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi keindahan kulit. Untungnya, ramuan ini tidak bau kotoran.
Minggu, 17 November 2013
10 Tahun Aku Membencimu dan Setelah Itu Aku Mencintaimu Selamanya
Kisah Paling Sedih Yang Memotivasi – Berikut kisah atau cerita sedih yang dapat memotivasi Anda dalam menjalani kehidupan berumah tangga, Kisah mengharukan atau kisah sedih ini tentang perjalanan cinta seorang istri yang tak pernah mencintai suaminya selama 10 tahun perjalanan pernikahannya hingga sang Suami meninggal dunia, dan akhirnya ia menyadari betapa besar cinta dan kasih sayang yang diberikan sang suami untuknya selama ini, dulu ia menghabiskan sepuluh tahun untuk membenci suaminya, tetapi setelah Suaminya tiada Ia menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupnya untuk mencintai sang Suami.
Aku membencinya, itulah yang selalu kubisikkan dalam hatiku hampir sepanjang kebersamaan kami. Meskipun menikahinya, aku tak pernah benar-benar menyerahkan hatiku padanya. Menikah karena paksaan orangtua, membuatku membenci suamiku sendiri.
Walaupun menikah terpaksa, aku tak pernah menunjukkan sikap benciku. Meskipun membencinya, setiap hari aku melayaninya sebagaimana tugas istri. Aku terpaksa melakukan semuanya karena aku tak punya pegangan lain. Beberapa kali muncul keinginan meninggalkannya tapi aku tak punya kemampuan finansial dan dukungan siapapun. Kedua orangtuaku sangat menyayangi suamiku karena menurut mereka, suamiku adalah sosok suami sempurna untuk putri satu-satunya mereka.
Ketika menikah, aku menjadi istri yang teramat manja. Kulakukan segala hal sesuka hatiku. Suamiku juga memanjakanku sedemikian rupa. Aku tak pernah benar-benar menjalani tugasku sebagai seorang istri. Aku selalu bergantung padanya karena aku menganggap hal itu sudah seharusnya setelah apa yang ia lakukan padaku. Aku telah menyerahkan hidupku padanya sehingga tugasnyalah membuatku bahagia dengan menuruti semua keinginanku.
Di rumah kami, akulah ratunya. Tak ada seorangpun yang berani melawan. Jika ada sedikit saja masalah, aku selalu menyalahkan suamiku. Aku tak suka handuknya yang basah yang diletakkan di tempat tidur, aku sebal melihat ia meletakkan sendok sisa mengaduk susu di atas meja dan meninggalkan bekas lengket, aku benci ketika ia memakai komputerku meskipun hanya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Aku marah kalau ia menggantung bajunya di kapstock bajuku, aku juga marah kalau ia memakai pasta gigi tanpa memencetnya dengan rapi, aku marah kalau ia menghubungiku hingga berkali-kali ketika aku sedang bersenang-senang dengan teman-temanku.
Tadinya aku memilih untuk tidak punya anak. Meskipun tidak bekerja, tapi aku tak mau mengurus anak. Awalnya dia mendukung dan akupun ber-KB dengan pil. Tapi rupanya ia menyembunyikan keinginannya begitu dalam sampai suatu hari aku lupa minum pil KB dan meskipun ia tahu ia membiarkannya. Akupun hamil dan baru menyadarinya setelah lebih dari empat bulan, dokterpun menolak menggugurkannya.
Itulah kemarahanku terbesar padanya. Kemarahan semakin bertambah ketika aku mengandung sepasang anak kembar dan harus mengalami kelahiran yang sulit. Aku memaksanya melakukan tindakan vasektomi agar aku tidak hamil lagi. Dengan patuh ia melakukan semua keinginanku karena aku mengancam akan meninggalkannya bersama kedua anak kami.
Waktu berlalu hingga anak-anak tak terasa berulang tahun yang ke-delapan. Seperti pagi-pagi sebelumnya, aku bangun paling akhir. Suami dan anak-anak sudah menungguku di meja makan. Seperti biasa, dialah yang menyediakan sarapan pagi dan mengantar anak-anak ke sekolah. Hari itu, ia mengingatkan kalau hari itu ada peringatan ulang tahun ibuku. Aku hanya menjawab dengan anggukan tanpa mempedulikan kata-katanya yang mengingatkan peristiwa tahun sebelumnya, saat itu aku memilih ke mal dan tidak hadir di acara ibu. Yaah, karena merasa terjebak dengan perkawinanku, aku juga membenci kedua orangtuaku.
Sebelum ke kantor, biasanya suamiku mencium pipiku saja dan diikuti anak-anak. Tetapi hari itu, ia juga memelukku sehingga anak-anak menggoda ayahnya dengan ribut. Aku berusaha mengelak dan melepaskan pelukannya. Meskipun akhirnya ikut tersenyum bersama anak-anak. Ia kembali mencium hingga beberapa kali di depan pintu, seakan-akan berat untuk pergi.
Ketika mereka pergi, akupun memutuskan untuk ke salon. Menghabiskan waktu ke salon adalah hobiku. Aku tiba di salon langgananku beberapa jam kemudian. Di salon aku bertemu salah satu temanku sekaligus orang yang tidak kusukai. Kami mengobrol dengan asyik termasuk saling memamerkan kegiatan kami. Tiba waktunya aku harus membayar tagihan salon, namun betapa terkejutnya aku ketika menyadari bahwa dompetku tertinggal di rumah. Meskipun merogoh tasku hingga bagian terdalam aku tak menemukannya di dalam tas. Sambil berusaha mengingat-ingat apa yang terjadi hingga dompetku tak bisa kutemukan aku menelepon suamiku dan bertanya.
“Maaf sayang, kemarin Farhan meminta uang jajan dan aku tak punya uang kecil maka kuambil dari dompetmu. Aku lupa menaruhnya kembali ke tasmu, kalau tidak salah aku letakkan di atas meja kerjaku.” Katanya menjelaskan dengan lembut.
Dengan marah, aku mengomelinya dengan kasar. Kututup telepon tanpa menunggunya selesai bicara. Tak lama kemudian, handphoneku kembali berbunyi dan meski masih kesal, akupun mengangkatnya dengan setengah membentak. “Apalagi??”
“Sayang, aku pulang sekarang, aku akan ambil dompet dan mengantarnya padamu. Sayang sekarang ada dimana?” tanya suamiku cepat , kuatir aku menutup telepon kembali. Aku menyebut nama salonku dan tanpa menunggu jawabannya lagi, aku kembali menutup telepon. Aku berbicara dengan kasir dan mengatakan bahwa suamiku akan datang membayarkan tagihanku. Si empunya Salon yang sahabatku sebenarnya sudah membolehkanku pergi dan mengatakan aku bisa membayarnya nanti kalau aku kembali lagi. Tapi rasa malu karena “musuh”ku juga ikut mendengarku ketinggalan dompet membuatku gengsi untuk berhutang dulu.
Hujan turun ketika aku melihat keluar dan berharap mobil suamiku segera sampai. Menit berlalu menjadi jam, aku semakin tidak sabar sehingga mulai menghubungi handphone suamiku. Tak ada jawaban meskipun sudah berkali-kali kutelepon. Padahal biasanya hanya dua kali berdering teleponku sudah diangkatnya. Aku mulai merasa tidak enak dan marah.
Teleponku diangkat setelah beberapa kali mencoba. Ketika suara bentakanku belum lagi keluar, terdengar suara asing menjawab telepon suamiku. Aku terdiam beberapa saat sebelum suara lelaki asing itu memperkenalkan diri, “selamat siang, ibu. Apakah ibu istri dari bapak armandi?” kujawab pertanyaan itu segera. Lelaki asing itu ternyata seorang polisi, ia memberitahu bahwa suamiku mengalami kecelakaan dan saat ini ia sedang dibawa ke rumah sakit kepolisian. Saat itu aku hanya terdiam dan hanya menjawab terima kasih. Ketika telepon ditutup, aku berjongkok dengan bingung. Tanganku menggenggam erat handphone yang kupegang dan beberapa pegawai salon mendekatiku dengan sigap bertanya ada apa hingga wajahku menjadi pucat seputih kertas.
Entah bagaimana akhirnya aku sampai di rumah sakit. Entah bagaimana juga tahu-tahu seluruh keluarga hadir di sana menyusulku. Aku yang hanya diam seribu bahasa menunggu suamiku di depan ruang gawat darurat. Aku tak tahu harus melakukan apa karena selama ini dialah yang melakukan segalanya untukku. Ketika akhirnya setelah menunggu beberapa jam, tepat ketika kumandang adzan maghrib terdengar seorang dokter keluar dan menyampaikan berita itu. Suamiku telah tiada. Ia pergi bukan karena kecelakaan itu sendiri, serangan stroke-lah yang menyebabkan kematiannya. Selesai mendengar kenyataan itu, aku malah sibuk menguatkan kedua orangtuaku dan orangtuanya yang shock. Sama sekali tak ada airmata setetespun keluar di kedua mataku. Aku sibuk menenangkan ayah ibu dan mertuaku. Anak-anak yang terpukul memelukku dengan erat tetapi kesedihan mereka sama sekali tak mampu membuatku menangis.
Ketika jenazah dibawa ke rumah dan aku duduk di hadapannya, aku termangu menatap wajah itu. Kusadari baru kali inilah aku benar-benar menatap wajahnya yang tampak tertidur pulas. Kudekati wajahnya dan kupandangi dengan seksama. Saat itulah dadaku menjadi sesak teringat apa yang telah ia berikan padaku selama sepuluh tahun kebersamaan kami. Kusentuh perlahan wajahnya yang telah dingin dan kusadari inilah kali pertama kali aku menyentuh wajahnya yang dulu selalu dihiasi senyum hangat. Airmata merebak dimataku, mengaburkan pandanganku. Aku terkesiap berusaha mengusap agar airmata tak menghalangi tatapan terakhirku padanya, aku ingin mengingat semua bagian wajahnya agar kenangan manis tentang suamiku tak berakhir begitu saja. Tapi bukannya berhenti, airmataku semakin deras membanjiri kedua pipiku. Peringatan dari imam mesjid yang mengatur prosesi pemakaman tidak mampu membuatku berhenti menangis. Aku berusaha menahannya, tapi dadaku sesak mengingat apa yang telah kuperbuat padanya terakhir kali kami berbicara.
Aku teringat betapa aku tak pernah memperhatikan kesehatannya. Aku hampir tak pernah mengatur makannya. Padahal ia selalu mengatur apa yang kumakan. Ia memperhatikan vitamin dan obat yang harus kukonsumsi terutama ketika mengandung dan setelah melahirkan. Ia tak pernah absen mengingatkanku makan teratur, bahkan terkadang menyuapiku kalau aku sedang malas makan. Aku tak pernah tahu apa yang ia makan karena aku tak pernah bertanya. Bahkan aku tak tahu apa yang ia sukai dan tidak disukai. Hampir seluruh keluarga tahu bahwa suamiku adalah penggemar mie instant dan kopi kental. Dadaku sesak mendengarnya, karena aku tahu ia mungkin terpaksa makan mie instant karena aku hampir tak pernah memasak untuknya. Aku hanya memasak untuk anak-anak dan diriku sendiri. Aku tak perduli dia sudah makan atau belum ketika pulang kerja. Ia bisa makan masakanku hanya kalau bersisa. Iapun pulang larut malam setiap hari karena dari kantor cukup jauh dari rumah. Aku tak pernah mau menanggapi permintaannya untuk pindah lebih dekat ke kantornya karena tak mau jauh-jauh dari tempat tinggal teman-temanku.
Saat pemakaman, aku tak mampu menahan diri lagi. Aku pingsan ketika melihat tubuhnya hilang bersamaan onggokan tanah yang menimbun. Aku tak tahu apapun sampai terbangun di tempat tidur besarku. Aku terbangun dengan rasa sesal memenuhi rongga dadaku. Keluarga besarku membujukku dengan sia-sia karena mereka tak pernah tahu mengapa aku begitu terluka kehilangan dirinya.
Hari-hari yang kujalani setelah kepergiannya bukanlah kebebasan seperti yang selama ini kuinginkan tetapi aku malah terjebak di dalam keinginan untuk bersamanya. Di hari-hari awal kepergiannya, aku duduk termangu memandangi piring kosong. Ayah, Ibu dan ibu mertuaku membujukku makan. Tetapi yang kuingat hanyalah saat suamiku membujukku makan kalau aku sedang mengambek dulu. Ketika aku lupa membawa handuk saat mandi, aku berteriak memanggilnya seperti biasa dan ketika malah ibuku yang datang, aku berjongkok menangis di dalam kamar mandi berharap ia yang datang. Kebiasaanku yang meneleponnya setiap kali aku tidak bisa melakukan sesuatu di rumah, membuat teman kerjanya kebingungan menjawab teleponku. Setiap malam aku menunggunya di kamar tidur dan berharap esok pagi aku terbangun dengan sosoknya di sebelahku.
Dulu aku begitu kesal kalau tidur mendengar suara dengkurannya, tapi sekarang aku bahkan sering terbangun karena rindu mendengarnya kembali. Dulu aku kesal karena ia sering berantakan di kamar tidur kami, tetapi kini aku merasa kamar tidur kami terasa kosong dan hampa. Dulu aku begitu kesal jika ia melakukan pekerjaan dan meninggalkannya di laptopku tanpa me-log out, sekarang aku memandangi komputer, mengusap tuts-tutsnya berharap bekas jari-jarinya masih tertinggal di sana. Dulu aku paling tidak suka ia membuat kopi tanpa alas piring di meja, sekarang bekasnya yang tersisa di sarapan pagi terakhirnyapun tidak mau kuhapus. Remote televisi yang biasa disembunyikannya, sekarang dengan mudah kutemukan meski aku berharap bisa mengganti kehilangannya dengan kehilangan remote. Semua kebodohan itu kulakukan karena aku baru menyadari bahwa dia mencintaiku dan aku sudah terkena panah cintanya.
Aku juga marah pada diriku sendiri, aku marah karena semua kelihatan normal meskipun ia sudah tidak ada. Aku marah karena baju-bajunya masih di sana meninggalkan baunya yang membuatku rindu. Aku marah karena tak bisa menghentikan semua penyesalanku. Aku marah karena tak ada lagi yang membujukku agar tenang, tak ada lagi yang mengingatkanku sholat meskipun kini kulakukan dengan ikhlas. Aku sholat karena aku ingin meminta maaf, meminta maaf pada Allah karena menyia-nyiakan suami yang dianugerahi padaku, meminta ampun karena telah menjadi istri yang tidak baik pada suami yang begitu sempurna. Sholatlah yang mampu menghapus dukaku sedikit demi sedikit. Cinta Allah padaku ditunjukkannya dengan begitu banyak perhatian dari keluarga untukku dan anak-anak. Teman-temanku yang selama ini kubela-belain, hampir tak pernah menunjukkan batang hidung mereka setelah kepergian suamiku.
Empat puluh hari setelah kematiannya, keluarga mengingatkanku untuk bangkit dari keterpurukan. Ada dua anak yang menungguku dan harus kuhidupi. Kembali rasa bingung merasukiku. Selama ini aku tahu beres dan tak pernah bekerja. Semua dilakukan suamiku. Berapa besar pendapatannya selama ini aku tak pernah peduli, yang kupedulikan hanya jumlah rupiah yang ia transfer ke rekeningku untuk kupakai untuk keperluan pribadi dan setiap bulan uang itu hampir tak pernah bersisa. Dari kantor tempatnya bekerja, aku memperoleh gaji terakhir beserta kompensasi bonusnya. Ketika melihatnya aku terdiam tak menyangka, ternyata seluruh gajinya ditransfer ke rekeningku selama ini. Padahal aku tak pernah sedikitpun menggunakan untuk keperluan rumah tangga. Entah darimana ia memperoleh uang lain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga karena aku tak pernah bertanya sekalipun soal itu.Yang aku tahu sekarang aku harus bekerja atau anak-anakku takkan bisa hidup karena jumlah gaji terakhir dan kompensasi bonusnya takkan cukup untuk menghidupi kami bertiga. Tapi bekerja di mana? Aku hampir tak pernah punya pengalaman sama sekali. Semuanya selalu diatur oleh dia.
Kebingunganku terjawab beberapa waktu kemudian. Ayahku datang bersama seorang notaris. Ia membawa banyak sekali dokumen. Lalu notaris memberikan sebuah surat. Surat pernyataan suami bahwa ia mewariskan seluruh kekayaannya padaku dan anak-anak, ia menyertai ibunya dalam surat tersebut tapi yang membuatku tak mampu berkata apapun adalah isi suratnya untukku.
Istriku Liliana tersayang,
Maaf karena harus meninggalkanmu terlebih dahulu, sayang. maaf karena harus membuatmu bertanggung jawab mengurus segalanya sendiri. Maaf karena aku tak bisa memberimu cinta dan kasih sayang lagi. Allah memberiku waktu yang terlalu singkat karena mencintaimu dan anak-anak adalah hal terbaik yang pernah kulakukan untukmu.
Seandainya aku bisa, aku ingin mendampingi sayang selamanya. Tetapi aku tak mau kalian kehilangan kasih sayangku begitu saja. Selama ini aku telah menabung sedikit demi sedikit untuk kehidupan kalian nanti. Aku tak ingin sayang susah setelah aku pergi. Tak banyak yang bisa kuberikan tetapi aku berharap sayang bisa memanfaatkannya untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Lakukan yang terbaik untuk mereka, ya sayang.
Jangan menangis, sayangku yang manja. Lakukan banyak hal untuk membuat hidupmu yang terbuang percuma selama ini. Aku memberi kebebasan padamu untuk mewujudkan mimpi-mimpi yang tak sempat kau lakukan selama ini. Maafkan kalau aku menyusahkanmu dan semoga Tuhan memberimu jodoh yang lebih baik dariku.
Teruntuk Farah, putri tercintaku. Maafkan karena ayah tak bisa mendampingimu. Jadilah istri yang baik seperti Ibu dan Farhan, ksatria pelindungku. Jagalah Ibu dan Farah. Jangan jadi anak yang bandel lagi dan selalu ingat dimanapun kalian berada, ayah akan disana melihatnya. Oke, Buddy!
Aku terisak membaca surat itu, ada gambar kartun dengan kacamata yang diberi lidah menjulur khas suamiku kalau ia mengirimkan note.
Notaris memberitahu bahwa selama ini suamiku memiliki beberapa asuransi dan tabungan deposito dari hasil warisan ayah kandungnya. Suamiku membuat beberapa usaha dari hasil deposito tabungan tersebut dan usaha tersebut cukup berhasil meskipun dimanajerin oleh orang-orang kepercayaannya. Aku hanya bisa menangis terharu mengetahui betapa besar cintanya pada kami, sehingga ketika ajal menjemputnya ia tetap membanjiri kami dengan cinta.
Aku tak pernah berpikir untuk menikah lagi. Banyaknya lelaki yang hadir tak mampu menghapus sosoknya yang masih begitu hidup di dalam hatiku. Hari demi hari hanya kuabdikan untuk anak-anakku. Ketika orangtuaku dan mertuaku pergi satu persatu meninggalkanku selaman-lamanya, tak satupun meninggalkan kesedihan sedalam kesedihanku saat suamiku pergi.
Kini kedua putra putriku berusia duapuluh tiga tahun. Dua hari lagi putriku menikahi seorang pemuda dari tanah seberang. Putri kami bertanya, “Ibu, aku harus bagaimana nanti setelah menjadi istri, soalnya Farah kan ga bisa masak, ga bisa nyuci, gimana ya bu?”
Aku merangkulnya sambil berkata “Cinta sayang, cintailah suamimu, cintailah pilihan hatimu, cintailah apa yang ia miliki dan kau akan mendapatkan segalanya. Karena cinta, kau akan belajar menyenangkan hatinya, akan belajar menerima kekurangannya, akan belajar bahwa sebesar apapun persoalan, kalian akan menyelesaikannya atas nama cinta.”
Putriku menatapku, “seperti cinta ibu untuk ayah? Cinta itukah yang membuat ibu tetap setia pada ayah sampai sekarang?”
Aku menggeleng, “bukan, sayangku. Cintailah suamimu seperti ayah mencintai ibu dulu, seperti ayah mencintai kalian berdua. Ibu setia pada ayah karena cinta ayah yang begitu besar pada ibu dan kalian berdua.”
Aku mungkin tak beruntung karena tak sempat menunjukkan cintaku pada suamiku. Aku menghabiskan sepuluh tahun untuk membencinya, tetapi menghabiskan hampir sepanjang sisa hidupku untuk mencintainya. Aku bebas darinya karena kematian, tapi aku tak pernah bisa bebas dari cintanya yang begitu tulus.
Semoga cerita ini membawa manfaat, Allahumma aamiin…
Selasa, 12 November 2013
Kumpulan Gambar Gambar Lucu Dan Gokil






- Klik kanan pada Kumpulan Gambar Gambar Lucu Dan Gokil yang anda mau
- Pilih " Save Image As " Terus Pilih Lokasi Penyimpanan pada komputer anda
- Save










